JAKARTA Bakti Budaya Djarum melalui Indonesia Kaya bakal mempersembahkan serial musik Nurbaya yang diadaptasi dari novel Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) karya Marah Roesli. Perwakilan Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, mengatakan program yang terbilang cukup besar sejak November 2020 karena yang terlibat di dalamnya melalui proses audisi terlebih dahulu mulai dari mencari penulis Menyusunnaskah drama dapat kamu mulai dengan menentukan suatu konflik. Konflik dapat kamu temukan dengan mengamati konflik yang ada di sekitarmu, mengamati konflik dalam sinetron/film, atau membayangkan konflik yang pernah kamu alami. Siti Nurbaya. Anak patuh dan diam saat dinasehati orang tua. Kawin paksa, Nurbaya terpaksa menikah dengan NaskahDrama : Siti Nurbaya In the afternoon, Datuk Maringgih come to the house of Siti Nurbaya's Family. He enter the room in hurry, and without make a permission to the host. Sudahsiap perankan Baginda Sulaiman. International Fact-Checking Network Daftar Masihingat dengan Sinetron Siti Nurbaya dengan tokoh utama Siti Nurbaya, Samsul Bahri dan Datuk Maringgi bukan?. Inilah Kisah klasik tentang perjodoh Diplomasi Budaya Indonesia dalam Drama Musikal Siti Nurbaya - Kompasiana.com brain out level 57 sekali lagi kamu akan menyelamatkan siapa. 0% found this document useful 0 votes49 views10 pagesDescriptionNaskah Drama Siti NurbayaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes49 views10 pagesNaskah Drama Siti NurbayaJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Legenda cerita rakyat yang mengisahkan tentang jalinan kasih yang tak sampai antara sepasang insan yang berujung pada kawin paksa. Sang pria bernama Syamsul Bahri, selain berwajah tampan juga berasal dari keturunan orang terpandang. Bapaknya adalah seorang Penghulu yang terpandang, yakni Sutan Mahmud. Si gadis bernama Siti Nurbaya, berparas jelita, berambut panjang bak mayang terurai serta santun budinya anak dari Baginda Sulaiman. Jalinan cinta Siti dan Syamsul sangat direstui oleh kedua orang tuanya yang masih punya hubungan kekerabatan. Sutan Mahmud ayah Syamsul Bahri adalah Mamak Siti Nurbaya. Setelah menamatkan sekolah tingkat atas, Syamsul Bahri melanjutkan sekolah calon Dokter di pulau Jawa untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Di Taman – Sore Hari……………………… Siti Nurbaya Kemana ya uda syamsul, kita kan sudah membuat janji di sini.. sambil menengong kanan kiri Syamsul Adhinda ku Siti Nurbaya… Siti Nurbaya Akhirnya uda datang juga, ada apa uda ingin bertemu dengan ku ? Syamsul Kamu tau kan ? Setelah aku selesai sekolah di sini, aku akan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah ku ? Siti Nurbaya Tentu saja aku tau, aku sangat sedih mendengar itu uda, tapi demi kebaikan mu aku akan bertahan untuk menunggu kembali nya dirimu… Syamsul Aku hanya pergi tuk Sementara, bukan tuk meninggalkan mu selamanya. Aku pasti kan kembali pada dirimu, tapi kau jangan nakal, aku pasti kembali… Siti Nurbaya Alangkah senang hatiku, bila ku dekat denganmu, alangkah senang hatiku, sayangku hanya untukmu… Syamsul Dhinda, 1 minggu lagi aku akan mendapatkan Rapot ku, dan kemungkinan 1 minggu kedepannya aku akan berangkat ke Jakarta jika nilai ku memuaskan… Siti Nurbaya Santai aja uda, aku pasti nungguin kamu kok, 2 minggu lagi kan ? sip sip… Syamsul Terimakasih ya Dhinda atas pengertian mu… Siti Nurbaya Mengangguk 1 Minggu kemudian di rumah Siti Nurbaya, hanya kesedihan yang dia rasakan karena pujaan hati nya akan meninggalkan dirinya dalam jangka waktu yang cukup panjang… Siti Nurbaya Kenapa ya ? uda Syamsul harus kuliah di Jakarta ? Kenapa tidak di Padang saja ?? ” Tanpa di sadari Siti Nurbaya, Uda Syamsul mengintip dari jendela…” Syamsul Oohh maaf, maafkan diriku, yang telah membuat, hatimu terluka, hanya kau cintaku, ku tak pernah fakir, tuk pergi darimu, walau hanya, sekejap saja… Siti Nurbaya Uda… Coba kau pikirkan, coba kau renungkan, apa yang kau inginkan telah aku lakukan, coba kau katakana apa yang kau inginkan… Syamsul Aku ingin engkau slalu, hadir dan temani aku, di setiap langkah, yang meyakiniku, kau tercipta untukku, sepanjang hidupku… Siti Nurbaya Aduuh uda Syamsul, so sweeet… Syamsul Ah dhinda bisa saja, maaf ya uda ngintip gak bilang bilang sama dhinda… Siti Nurbaya Mana ada ngintip bilang bilang ? Syamsul Hehehe, yaudah Uda pulang dulu ya dhinda, see you.. Siti Nurbaya See you.. Akhirnya, minggu yang tidap di harapkan datang, minggu pembagian rapot… Di Taman Sore Hari… Siti Nurbaya Hari ini pembagian Rapot uda Syamsul, dan kita sudah berjanji di sini,Huuuffhh… aku deg deg`an banget nih… Syamsul Dhindaaa… duduk sebelah Siti Siti Nurbaya Uda, senang sekali wajah nya, coba coba liat Rapot nya.. melihat Rapot waaahhh bagus sekali… Syamsul Yo`i Laahhh.. Uda GettoCh !! Siti Nurbaya Berarti, uda jadi pergi ke Jakarta ?? Syamsul Jadi donk ahh.. udah gak sabar nih… Siti Nurbaya Hanya tersenyum Syamsul Dhinda, aku ingin bertanya, sebelum aku pergi, aku penasaran sekali, dari pada nanti aku jadi setan penasaran… Siti Nurbaya Waduh ? Apa tuh ? Syamsul Why… Do you love me ?? So Sweet… And Tenderly ?? Siti Nurbaya Takdir bang ! Syamsul Wew ??! Jawaban yang tidak di harapkan… Siti Nurbaya Hehehe… Syamsul Besok pagi aku akan pergi ke Jakarta… Siti Nurbaya Cepat sekali uda ? Syamsul Biar lebih cepat kembali nya juga, hehehe… Siti Nurbaya Besok pagi kita bertemu di Teluk Bayur ya uda, aku ingin mengantarmu… Syamsul Oke dhinda… Yuk uda antar pulang… Keesokan hari nya di Teluk Bayur… Siti Nurbaya Aahh masa aku duluan yang sampe, dasar pemalas… Syamsul Haloo dhinda… Siti Nurbaya Dasar pemalas, dia uang mau pergi aku yang nyampe duluan… Syamsul Santai… Siti Nurbaya Bagaimana uda ? Apakah sudah siap semua ? Syamsul Udah donk, tinggal menunggu keberangkatan saja dhinda… Siti Nurbaya Memang jam berapa berangkat nya ?? Syamsul Jam Siti Nurbaya Melihat Jam Sekarang kan jam 15menit lagi berarti ya uda ? Syamsul Iya dhindaqu sayang… Siti Nurbaya Uda, Bawa daku pergi, saat kau kembali, bawa daku pergi, bersamamu… Syamsul Siti, jangan menangis, hapus air mata, di wajah cantikmu, Siti kepergian ku takkan lama… Siti Nurbaya Iya uda sayang, Tak Ada Yang Akan Bisa, Meruntuhkan NiatkuTuk Bertemu Memeluk Dan Menyanding, Meski Surya MembenamkanTubuhku Di Lautan, Kutunggu Sampai Samudra . Syamsul Sungguh setia nya pujaan hati uda ini.. Siti Nurbaya Tersipu Malu Syamsul Yasudah, uda berangkat dulu ya Dhinda qu tercinta… Siti Nurbaya Iyah.. Hati hati ya Uda ku sayang… Cium Tangan dan Sama sama melambaikan tangan Tahun berlalu musim berganti.. Siti Nurbaya Surat doank ? gak ngelepas kangen, makin jadi iya, huuuh… Semua kata rindumu semakin membuatku Tak berdaya,Menahan rasa ingin jumpaPercayalah padaku akupun rindu kamu, Ku akan pulang… Melepas semua kerinduan Yang terpendam… Musibah datang mendera keluarga Siti Nurbaya, usaha dagang ayahnya mengalami kebangkrutan, hingga jatuh miskin dan Baginda Sulaiman akhirnya jatuh sakit. Beliau akhirnya meminjam uang kepada seorang rentenir yang berbadan kurus dan suka beristri banyak bernama Datuk Maringgih. Hutang Baginda Sulaiman akhirnya bertumpuk dan berbunga pada Datuk Maringgih. Sulaiman Uhuk uhuk uhukk… saayyang… bagaimana kita sekarang inii ?? Hutang kita sudah banyak sekali kepada datuk maringgih… Adooo sayaang,,si gendut laknat itu ? biarkan sajalah… nanti kalau kita mati kita tidak perlu bayar hutang lagi kan… bunuh diri yuk yuk… Sulaiman Bunuh diri tidak menyelesaikan masalah. Hmmm,dosa ya sayang ?? Sulaiman Ya iyalahh sayangg… Ooo… Sulaiman Uuhh,,udah tua masih aja nge`gemesin !! Meleet Sulaiman Sudah sudah… Kemana anak kita ? Lagi nyapu noh di depan… Sulaiman Ooo yasudah… Suatu hari Datuk Maringgih pergi kerumah Baginda Sulaiman yang sedang sakit untuk menagih piutangnya. Disanalah Datuk Maringgih terpesona melihat kecantikan Siti Nurbaya. Datuk Maringgih memaksa Baginda Sulaiman untuk menjadikan Siti Nurbaya sebagai istri mudanya kalau ayah Siti Nurbaya tak sanggup untuk membayar hutangnya. Maringgih Hey kau ! Kesini ! Aku ingin menagih hutang ku pada si sulaiman itu ! Cepat kamu dampingi saya kesana ! Pesuruh Oke Tuk… Narator Singkat cerita Maringgih Wala Dalaa…. Ayu tenan rekkk… Pesuruh Tuk !! Ente orang Padang apa Jawa ?? Maringgih Bawel lu !! Pesuruh Ingin Jitak Dari Belakang Maringgih Terpesona, Ku pada pandangan pertama, dan tak kuasa menahan rinduku ,Senyumanmu selalu menghiasi mimpiku, Ingin ku peluk dan ku kucup keningmu, Oh indahnya, Kini ku rasakan, Getaran cinta dalam dada, Ku ingin bersama, Untuk selamanya… Pesuruh Joget Joget Maringgih Heh !! Ngapain kamu joget joget ?? Pesuruh Terbawa suasana Tuk !! Maringgih Tak Tuk Tak Tuk ! Jidat mu !! Maringgih Akan ku nikahkan dia !! Jika tidak bisa !! Jangan panggil aku “ DATUk MARINGGIH “ !! Pesuruh Caranya ? Maringgih Easy coy !! Mari kita masuk ke dalam… berjalan beberapa langkah Maringgih Haiii cantikk… mwaaachh… Siti Nurbaya NAJIZ !! Brrrr… Maringgih Sombong sekalii… Siti Nurbaya Bodo !!! Cuih !! Maringgih Awas kao !! Masuk ke Dalam Rumah Maringgih Sulaimaaaaaaaan !! Cepat kesini kamu !! dengan raut muka marah Berisiiikkk tau gak lo !! Maringgih Berbicara kepada pesuruh Buset ngeri amat nih nenek nenek… Maringgih Mana Sulaiman ?? Sulaiman Apooo datuk ?? Maringgih Mana hutang mu ?? Aku ingin sekarang di bayar !! Tidak mau tahu bagaimanapun caranya !! Sulaiman Mana bisa aku bayar begitu banyak dengan cepat ? Maringgih Aku tidak mau tau !! Bunuh diri aja yuk sayang… Sulaiman Yuukk… Maringgih Lah lah lah ?? Aku berikan Tawaran !! Sulaiman Apa itu ? Maringgih Kawinkan anak mu dengan ku !! Maka semua hutang mu akan “ LUNAS “ !! Sulaiman Apakah anak ku mau dengan orang tua seperti mu ?? Lagi pula dia sudah punya kekasih yang bernama Syamsul Bahri Betoul itu.. mana mauu dia dengan orang sepertimu genduutt… Maringgih Kuurrraaannggg ajjjiiiiiaaarrrrrr !!!!!!!!!!!! Pokok nya besok mau tidak mau anak mu harus menikah dengan ku !! TITIKKK !!!!!!!! Ayo Kita pergi !!!! Terjadilah perdebatan anatara Baginda Sulaiman, Nyonya Sulaiman dan Siti Nurbaya… Sulaiman Sayang, panggil Siti kesini dong… Sitiiiiiiiiiii !!!!!!!!!!!!! Sulaiman Berisiiikk gak bisa pelan pelan apa ?! Bawel dehh.. Siti Nurbaya Ya Ayah ? Ibu ? Sulaiman Kami ingin meminta tolong kepadamu, demi kelangsungan hidup kami… Siti Nurbaya Selama siti bisa, pasti siti lakuin… Sulaiman Kamu menikah dengan Datuk Maringgih… Siti Nurbaya APAAAAAAAAAAAA ………… ???????? Wajah kaget Lebay tau gk… Siti Nurbaya Tapi ayah, aku sudah mempunyai calon, yaitu Syamsul Bahri, orang yang paling aku cinta… Sulaiman Tapi ini demi kami semua, kami juga tidak mau kamu menikah dengan datuk maringgih, tapi apa yang bisa ayah perbuat? Siti, ini permohonan terakhir ayah dan ibu… Siti Nurbaya Huuuffh… baiklah aku mau… Dengan hati yang sangat tersiksa, akhirnya Siti Nurbaya pun menerima nya, dan terjadilah hari lamaran itu… Maringgih Akhirnya… biarkan hutang itu lunas, asalkan aku bisa memiliki Siti Nurbaya, Hahahahaha…. Maringgih Jangan jangan kau menolak cintaku, Jangan jangan kau ragukan hatiku ,Ku kan slalu setia menunggu, untuk menjadi suami mu… Namun kabar tersebut sampai ke telinga Syamsul Bahri, hatinya sangat sedih dan mencoba bunuh diri. Di Kostan Syamsul Bahri Syamsul Hancur hatiku mengenang dikau, menjadi keping-keping setelah kau pergi, tinggalkan kasih sayang yang pernah singgah antara kita, masihkah ada sayang itu… Suatu hari Syamsul Bahri pulang ke Padang dan bertemu degan Siti Nurbaya Syamsul Dimanakah Siti Nurbaya sekarang ? Aku ingin sekali bertemu dengannya, aku ingin penjelasan se jelas jelas nya dari dia… Berjalan 2 – 3 langkah Siti Nurbaya Sedang berdiri tidak jelas Syamsul Sepertinya aku kenal dengan perempuan cantik itu… berjalan 1 langkah Nurbaya ! Itu Siti Nurbaya ! Menyapa Siti Nurbaya Siti kamu Siti kan ?? Siti Nurbaya ?? Siti Nurbaya ???? Iya aku Siti Nurbaya… Ada apa ? Syamsul Aduh sombong nya kamu… kamu tidak ingat aku ?? Siti Nurbaya Hahhh ?? Wajah Bingung Syamsul Semua kata rindu mu semakin membuat ku tak berdaya… Siti Nurbaya Itu kan surat 1 tahun lalu yang aku kirimkan kepada Uda Syamsul, Berarti kamu ? Syamsul Yo`I lahh… Siti Nurbaya Uda ?? Waaaa…. Senang sekali aku bertemu dengan mu kembalii… Syamsul Aku juga Sitii… Hahahahaha… Siti Nurbaya Tapii… Syamsul Aku tahu kok, kamu menikah dengan rentenir gendut itu, bagaimana bisa kamu menikah dengan rentenir gendut itu ? Siti Nurbaya Ayah ku bangkrut dan akhirnya berhutang kepada datuk maringgih, dan akhirnya berbunga dan berbunga, karena tidak bisa bayar, aku di paksa menikah oleh datuk maringgih… Syamsul Sungguh laknat orang gendut itu ! Siti Nurbaya Maafkan aku uda, aku tidak bisa berbuat apa apa… Syamsul Tenang Siti, aku akan membalas si gendut itu ! Aku janji !! Siti Nurbaya Tapi… Bagaimana caranya ?? Syamsul Easy… Siti Nurbaya Yasudah aku harus segera kembali pulang, agar dia tidak marah marah dengan ku lagi… Syamsul Hati hati siti… Tanpa di sadari… datuk maringgih yang mendengar pembicaraan itu, langsung naik Pitam ! Datuk maringgih berniat mengusir syamsul bahri dari Padang ! Dia menyebar fitnah melalui istri tua nya… Maringgih Kurrang ajar !! Istri Tua Aduuuuuuhhh !! Ada apa sih berisik banget… gk tau apa mama lagi Medi Pedi ?? Maringgih Mah, kurrang ajar si Siti itu, dia berani berani nya bertemu dengan si Syamsul lagi, dan si syamsul berencana untuk membalas ku !! Istri Tua Ahh itu mah urusan mudah papii… lihat aksi istri mu ini… Tersebarlah gosiip kalau Syamsul telah memperkosa Istri Tua datuk maringgih…. Sehingga Syamsul di usir oleh kedua Orang Tua nya…. Syamsul Ayaahh ibuu.. ini pesanan makanan pesanan kalian… Mahmud JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN AYAH !!! KAU BUKAN ANAK KU !!! Ayah sabar ayah… Mahmud Aku tidak punya anak yang seperti ini ! Anak tidak bermoral tidak berpendidikan ! Percuma aku membiayai nya mahal mahal ! Anak DURHAKA !! Pergi Kamu !! PERGIII !!! Jangan ayah.. kasian syamsul, tolong ayah, kasih dia untuk memberikan penjelasan… Mahmud Penjelasan ?? Tidak BUTUH !!! Mau di taro mana Muka ayah ??? Ya di kepala masa di jidat ? AYolah ayah berikan dia kesempatan lagii… kesempatan untuk menjelaskan saja… Mahmud Tidak perlu ! PERGI KAMU ! PERGI !!! Syamsul bahri tidak sempat berkata apapun, hanya kesedihan yang di rasa, dan dia kembali pergi ke Jakarta… Dia menyamar sebagai Letnan Mas !! Di saat Syamsul Bahri masih di Jakarta, Datuk maringgih menjadi sangat benci kepada Siti Nurbaya dan dia memikirkan bagaimana cara membunuh Siti Nurbaya… Maringgih Apa yang harus aku lakukan agar bisa membunuh Siti Nurbaya itu… Istri Tua Racunin aja, ribet amat… Maringgih Racun ? Tpi bagaimana cara kita memberikannya ? Istri Tua Coba kita pikirkan sejenak… Istri Tua Ahaaaaaaaaaaaa !!!! Kita racunin saja dengan air minum… Maringgih Sepertinya kurang ampuh kalau kita suguhkan minuman, dia pasti berpikir yang aneh aneh… Istri Tua Benar juga ya… Maringgih Lebih baik kita racuni lemang dan di berikan ke siti nurbaya melalui si jidat itu… Istri Tua Benar juga itu, hahaha… mari kita lakukan secepatnya… Narator Dengan cepat Datuk Maringgih dan Istri Tua nya membeli lemang dan di berikan racun… Maringgih Budaaaaaaakk !! Cepat kesini kamu !! Pesuruh Ya tuk ?? Maringgih Tolong berikan ini kepada Siti Nurbaya, bilang ini pemberian dari sulaiman… Pesuruh Siap Tuk Laksanakan… Jalan lah sang pesuruh ke Tempat Siti Nurbaya beristirahat setelah seharian di suruh membersihkan rumah… Pesuruh Permisi sitii… ada kiriman lemang dari ayahmu… Siti Nurbaya Ohh.. iya terimakasih yahh… Pesuruh Sama sama pergi untuk mengintip apakah siti sudah memakan itu atau belum Siti Nurbaya Apakah ini benar benar dari ayah ? Huuufh… Pesuruh Lama amat sih nga di makan makan… Siti Nurbaya Baiklah aku makan, aku tidak boleh berburuk sangka… memakan lemang itu Pesuruh Akhirnya di makann… sekarang aku bisa pergi… Akhirnya… termakanlah lemang itu, dan tak lama kemudian sampailah ajal nya… Pesuruh Tuuukkkkk… Lemang itu sudah di makan oleh Siti Nurbaya… Maringgih Bagus… Hahahaha… Tinggal kita tunggu saja, kapan ada kabar bahwa Siti Nurbaya telah meninggal… Akhirnya pengumuman bahwa Siti Nurbaya telah meninggal di sebarkan, dan sampai lagi ke telinga Syamsul Bahri yang sekarang namanya menjadi Letnan Mas ! Semakin menjadi Amarah Syamsul Bahri terhadap Datuk Maringgih… Syamsul Akan kubunuh dia ! Akan kubunuh ! Itu Janji ku ! Nasib baik untuk Syamsul Bahri, Saat tragedy Balesting Saudagar-saudagar pribumi yang tidak mau membayar upeti/pajak dibawah pimpinan Datuk Mariggih, dikirimlah Letnan Mas oleh Kompeni ke Padang untuk menumpas para pembangkang balesting. Syamsul Akhirnya kita bertemu Gendut ! Maringgih Kurang ajar, aku akan memberi mu pelajaran ! Syamsul Jangan banyak bicara mari kita mulai saja !! Terjadilah peperangan satu lawan satu antara Letnan Mas dengan Datuk Maringgih. Akhir cerita Letnan Mas yang tak lain adalah Syamsul Bahri tewas di pedang diujung pedang, bersamaan dengan Datuk Maringgih juga roboh terkena tembakan Letnan Mas. sumber Legenda cerita rakyat yang mengisahkan tentang jalinan kasih yang tak sampai antara sepasang insan yang berujung pada kawin paksa. Sang pria bernama Syamsul Bahri, selain berwajah tampan juga berasal dari keturunan orang terpandang. Bapaknya adalah seorang Penghulu yang terpandang, yakni Sutan Mahmud. Si gadis bernama Siti Nurbaya, berparas jelita, berambut panjang bak mayang terurai serta santun budinya anak dari Baginda Sulaiman. Jalinan cinta Siti dan Syamsul sangat direstui oleh kedua orang tuanya yang masih punya hubungan kekerabatan. Sutan Mahmud ayah Syamsul Bahri adalah Mamak Siti Nurbaya. Setelah menamatkan sekolah tingkat atas, Syamsul Bahri melanjutkan sekolah calon Dokter di pulau Jawa untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Di Taman – Sore Hari……………………… Siti Nurbaya Kemana ya uda syamsul, kita kan sudah membuat janji di sini.. sambil menengong kanan kiri Syamsul Adhinda ku Siti Nurbaya… Siti Nurbaya Akhirnya uda datang juga, ada apa uda ingin bertemu dengan ku ? Syamsul Kamu tau kan ? Setelah aku selesai sekolah di sini, aku akan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah ku ? Siti Nurbaya Tentu saja aku tau, aku sangat sedih mendengar itu uda, tapi demi kebaikan mu aku akan bertahan untuk menunggu kembali nya dirimu… Syamsul Aku hanya pergi tuk Sementara, bukan tuk meninggalkan mu selamanya. Aku pasti kan kembali pada dirimu, tapi kau jangan nakal, aku pasti kembali… Siti Nurbaya Alangkah senang hatiku, bila ku dekat denganmu, alangkah senang hatiku, sayangku hanya untukmu… Syamsul Dhinda, 1 minggu lagi aku akan mendapatkan Rapot ku, dan kemungkinan 1 minggu kedepannya aku akan berangkat ke Jakarta jika nilai ku memuaskan… Siti Nurbaya Santai aja uda, aku pasti nungguin kamu kok, 2 minggu lagi kan ? sip sip… Syamsul Terimakasih ya Dhinda atas pengertian mu… Siti Nurbaya Mengangguk 1 Minggu kemudian di rumah Siti Nurbaya, hanya kesedihan yang dia rasakan karena pujaan hati nya akan meninggalkan dirinya dalam jangka waktu yang cukup panjang… Siti Nurbaya Kenapa ya ? uda Syamsul harus kuliah di Jakarta ? Kenapa tidak di Padang saja ?? Narator Tanpa di sadari Siti Nurbaya, Uda Syamsul mengintip dari jendela… Syamsul Oohh maaf, maafkan diriku, yang telah membuat, hatimu terluka, hanya kau cintaku, ku tak pernah fakir, tuk pergi darimu, walau hanya, sekejap saja… Siti Nurbaya Uda… Coba kau pikirkan, coba kau renungkan, apa yang kau inginkan telah aku lakukan, coba kau katakana apa yang kau inginkan… Syamsul Aku ingin engkau slalu, hadir dan temani aku, di setiap langkah, yang meyakiniku, kau tercipta untukku, sepanjang hidupku… Siti Nurbaya Aduuh uda Syamsul, so sweeet… Syamsul Ah dhinda bisa saja, maaf ya uda ngintip gak bilang bilang sama dhinda… Siti Nurbaya Mana ada ngintip bilang bilang ? Syamsul Hehehe, yaudah Uda pulang dulu ya dhinda, see you.. Siti Nurbaya See you.. Akhirnya, minggu yang tidap di harapkan datang, minggu pembagian rapot… Di Taman Sore Hari… Siti Nurbaya Hari ini pembagian Rapot uda Syamsul, dan kita sudah berjanji di sini,Huuuffhh… aku deg deg`an banget nih… Syamsul Dhindaaa… duduk sebelah Siti Siti Nurbaya Uda, senang sekali wajah nya, coba coba liat Rapot nya.. melihat Rapot waaahhh bagus sekali… Syamsul Yo`i Laahhh.. Uda GettoCh !! Siti Nurbaya Berarti, uda jadi pergi ke Jakarta ?? Syamsul Jadi donk ahh.. udah gak sabar nih… Siti Nurbaya Hanya tersenyum Syamsul Dhinda, aku ingin bertanya, sebelum aku pergi, aku penasaran sekali, dari pada nanti aku jadi setan penasaran… Siti Nurbaya Waduh ? Apa tuh ? Syamsul Why… Do you love me ?? So Sweet… And Tenderly ?? Siti Nurbaya Takdir bang ! Syamsul Wew ??! Jawaban yang tidak di harapkan… Siti Nurbaya Hehehe… Syamsul Besok pagi aku akan pergi ke Jakarta… Siti Nurbaya Cepat sekali uda ? Syamsul Biar lebih cepat kembali nya juga, hehehe… Siti Nurbaya Besok pagi kita bertemu di Teluk Bayur ya uda, aku ingin mengantarmu… Syamsul Oke dhinda… Yuk uda antar pulang… Keesokan hari nya di Teluk Bayur… Siti Nurbaya Aahh masa aku duluan yang sampe, dasar pemalas… Syamsul Haloo dhinda… Siti Nurbaya Dasar pemalas, dia uang mau pergi aku yang nyampe duluan… Syamsul Santai… Siti Nurbaya Bagaimana uda ? Apakah sudah siap semua ? Syamsul Udah donk, tinggal menunggu keberangkatan saja dhinda… Siti Nurbaya Memang jam berapa berangkat nya ?? Syamsul Jam Siti Nurbaya Melihat Jam Sekarang kan jam 15menit lagi berarti ya uda ? Syamsul Iya dhindaqu sayang… Siti Nurbaya Uda, Bawa daku pergi, saat kau kembali, bawa daku pergi, bersamamu… Syamsul Siti, jangan menangis, hapus air mata, di wajah cantikmu, Siti kepergian ku takkan lama… Siti Nurbaya Iya uda sayang, Tak Ada Yang Akan Bisa, Meruntuhkan NiatkuTuk Bertemu Memeluk Dan Menyanding, Meski Surya MembenamkanTubuhku Di Lautan, Kutunggu Sampai Samudra . Syamsul Sungguh setia nya pujaan hati uda ini.. Siti Nurbaya Tersipu Malu Syamsul Yasudah, uda berangkat dulu ya Dhinda qu tercinta… Siti Nurbaya Iyah.. Hati hati ya Uda ku sayang… Cium Tangan dan Sama sama melambaikan tangan Tahun berlalu musim berganti.. Siti Nurbaya Surat doank ? gak ngelepas kangen, makin jadi iya, huuuh… Semua kata rindumu semakin membuatku Tak berdaya,Menahan rasa ingin jumpa Percayalah padaku akupun rindu kamu, Ku akan pulang… Melepas semua kerinduan Yang terpendam… Musibah datang mendera keluarga Siti Nurbaya, usaha dagang ayahnya mengalami kebangkrutan, hingga jatuh miskin dan Baginda Sulaiman akhirnya jatuh sakit. Beliau akhirnya meminjam uang kepada seorang rentenir yang berbadan kurus dan suka beristri banyak bernama Datuk Maringgih. Hutang Baginda Sulaiman akhirnya bertumpuk dan berbunga pada Datuk Maringgih. Sulaiman Uhuk uhuk uhukk… saayyang… bagaimana kita sekarang inii ?? Hutang kita sudah banyak sekali kepada datuk maringgih… Adooo sayaang,,si gendut laknat itu ? biarkan sajalah… nanti kalau kita mati kita tidak perlu bayar hutang lagi kan… bunuh diri yuk yuk… Sulaiman Bunuh diri tidak menyelesaikan masalah. Hmmm,dosa ya sayang ?? Sulaiman Ya iyalahh sayangg… Ooo… Sulaiman Uuhh,,udah tua masih aja nge`gemesin !! Meleet Sulaiman Sudah sudah… Kemana anak kita ? Lagi nyapu noh di depan… Sulaiman Ooo yasudah… Suatu hari Datuk Maringgih pergi kerumah Baginda Sulaiman yang sedang sakit untuk menagih piutangnya. Disanalah Datuk Maringgih terpesona melihat kecantikan Siti Nurbaya. Datuk Maringgih memaksa Baginda Sulaiman untuk menjadikan Siti Nurbaya sebagai istri mudanya kalau ayah Siti Nurbaya tak sanggup untuk membayar hutangnya. Maringgih Hey kau ! Kesini ! Aku ingin menagih hutang ku pada si sulaiman itu ! Cepat kamu dampingi saya kesana ! Pesuruh Oke Tuk… Narator Singkat cerita Maringgih Wala Dalaa…. Ayu tenan rekkk… Pesuruh Tuk !! Ente orang Padang apa Jawa ?? Maringgih Bawel lu !! Pesuruh Ingin Jitak Dari Belakang Maringgih Terpesona, Ku pada pandangan pertama, dan tak kuasa menahan rinduku ,Senyumanmu selalu menghiasi mimpiku, Ingin ku peluk dan ku kucup keningmu, Oh indahnya, Kini ku rasakan, Getaran cinta dalam dada, Ku ingin bersama, Untuk selamanya… Pesuruh Joget Joget Maringgih Heh !! Ngapain kamu joget joget ?? Pesuruh Terbawa suasana Tuk !! Maringgih Tak Tuk Tak Tuk ! Jidat mu !! Maringgih Akan ku nikahkan dia !! Jika tidak bisa !! Jangan panggil aku “ DATUk MARINGGIH “ !! Pesuruh Caranya ? Maringgih Easy coy !! Mari kita masuk ke dalam… berjalan beberapa langkah Maringgih Haiii cantikk… mwaaachh… Siti Nurbaya NAJIZ !! Brrrr… Maringgih Sombong sekalii… Siti Nurbaya Bodo !!! Cuih !! Maringgih Awas kao !! Masuk ke Dalam Rumah Maringgih Sulaimaaaaaaaan !! Cepat kesini kamu !! dengan raut muka marah Berisiiikkk tau gak lo !! Maringgih Berbicara kepada pesuruh Buset ngeri amat nih nenek nenek… Maringgih Mana Sulaiman ?? Sulaiman Apooo datuk ?? Maringgih Mana hutang mu ?? Aku ingin sekarang di bayar !! Tidak mau tahu bagaimanapun caranya !! Sulaiman Mana bisa aku bayar begitu banyak dengan cepat ? Maringgih Aku tidak mau tau !! Bunuh diri aja yuk sayang… Sulaiman Yuukk… Maringgih Lah lah lah ?? Aku berikan Tawaran !! Sulaiman Apa itu ? Maringgih Kawinkan anak mu dengan ku !! Maka semua hutang mu akan “ LUNAS “ !! Sulaiman Apakah anak ku mau dengan orang tua seperti mu ?? Lagi pula dia sudah punya kekasih yang bernama Syamsul Bahri Betoul itu.. mana mauu dia dengan orang sepertimu genduutt… Maringgih Kuurrraaannggg ajjjiiiiiaaarrrrrr !!!!!!!!!!!! Pokok nya besok mau tidak mau anak mu harus menikah dengan ku !! TITIKKK !!!!!!!! Ayo Kita pergi !!!! Terjadilah perdebatan anatara Baginda Sulaiman, Nyonya Sulaiman dan Siti Nurbaya… Sulaiman Sayang, panggil Siti kesini dong… Sitiiiiiiiiiii !!!!!!!!!!!!! Sulaiman Berisiiikk gak bisa pelan pelan apa ?! Bawel dehh.. Siti Nurbaya Ya Ayah ? Ibu ? Sulaiman Kami ingin meminta tolong kepadamu, demi kelangsungan hidup kami… Siti Nurbaya Selama siti bisa, pasti siti lakuin… Sulaiman Kamu menikah dengan Datuk Maringgih… Siti Nurbaya APAAAAAAAAAAAA ………… ???????? Wajah kaget Lebay tau gk… Siti Nurbaya Tapi ayah, aku sudah mempunyai calon, yaitu Syamsul Bahri, orang yang paling aku cinta… Sulaiman Tapi ini demi kami semua, kami juga tidak mau kamu menikah dengan datuk maringgih, tapi apa yang bisa ayah perbuat? Siti, ini permohonan terakhir ayah dan ibu… Siti Nurbaya Huuuffh… baiklah aku mau… Dengan hati yang sangat tersiksa, akhirnya Siti Nurbaya pun menerima nya, dan terjadilah hari lamaran itu… Maringgih Akhirnya… biarkan hutang itu lunas, asalkan aku bisa memiliki Siti Nurbaya, Hahahahaha…. Maringgih Jangan jangan kau menolak cintaku, Jangan jangan kau ragukan hatiku ,Ku kan slalu setia menunggu, untuk menjadi suami mu… Namun kabar tersebut sampai ke telinga Syamsul Bahri, hatinya sangat sedih dan mencoba bunuh diri. Di Kostan Syamsul Bahri Syamsul Hancur hatiku mengenang dikau, menjadi keping-keping setelah kau pergi ,tinggalkan kasih sayang yang pernah singgah antara kita, masihkah ada sayang itu… Suatu hari Syamsul Bahri pulang ke Padang dan bertemu degan Siti Nurbaya Syamsul Dimanakah Siti Nurbaya sekarang ? Aku ingin sekali bertemu dengannya, aku ingin penjelasan se jelas jelas nya dari dia… Berjalan 2 – 3 langkah Siti Nurbaya Sedang berdiri tidak jelas Syamsul Sepertinya aku kenal dengan perempuan cantik itu… berjalan 1 langkah Nurbaya ! Itu Siti Nurbaya ! Menyapa Siti Nurbaya Siti kamu Siti kan ?? Siti Nurbaya ?? Siti Nurbaya ???? Iya aku Siti Nurbaya… Ada apa ? Syamsul Aduh sombong nya kamu… kamu tidak ingat aku ?? Siti Nurbaya Hahhh ?? Wajah Bingung Syamsul Semua kata rindu mu semakin membuat ku tak berdaya… Siti Nurbaya Itu kan surat 1 tahun lalu yang aku kirimkan kepada Uda Syamsul, Berarti kamu ? Syamsul Yo`I lahh… Siti Nurbaya Uda ?? Waaaa…. Senang sekali aku bertemu dengan mu kembalii… Syamsul Aku juga Sitii… Hahahahaha… Siti Nurbaya Tapii… Syamsul Aku tahu kok, kamu menikah dengan rentenir gendut itu, bagaimana bisa kamu menikah dengan rentenir gendut itu ? Siti Nurbaya Ayah ku bangkrut dan akhirnya berhutang kepada datuk maringgih, dan akhirnya berbunga dan berbunga, karena tidak bisa bayar, aku di paksa menikah oleh datuk maringgih… Syamsul Sungguh laknat orang gendut itu ! Siti Nurbaya Maafkan aku uda, aku tidak bisa berbuat apa apa… Syamsul Tenang Siti, aku akan membalas si gendut itu ! Aku janji !! Siti Nurbaya Tapi… Bagaimana caranya ?? Syamsul Easy… Siti Nurbaya Yasudah aku harus segera kembali pulang, agar dia tidak marah marah dengan ku lagi… Syamsul Hati hati siti… Tanpa di sadari… datuk maringgih yang mendengar pembicaraan itu, langsung naik Pitam ! Datuk maringgih berniat mengusir syamsul bahri dari Padang ! Dia menyebar fitnah melalui istri tua nya… Maringgih Kurrang ajar !! Istri Tua Aduuuuuuhhh !! Ada apa sih berisik banget… gk tau apa mama lagi Medi Pedi ?? Maringgih Mah, kurrang ajar si Siti itu, dia berani berani nya bertemu dengan si Syamsul lagi, dan si syamsul berencana untuk membalas ku !! Istri Tua Ahh itu mah urusan mudah papii… lihat aksi istri mu ini… Tersebarlah gosiip kalau Syamsul telah memperkosa Istri Tua datuk maringgih…. Sehingga Syamsul di usir oleh kedua Orang Tua nya…. Syamsul Ayaahh ibuu.. ini pesanan makanan pesanan kalian… Mahmud JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN AYAH !!! KAU BUKAN ANAK KU !!! Ayah sabar ayah… Mahmud Aku tidak punya anak yang seperti ini ! Anak tidak bermoral tidak berpendidikan ! Percuma aku membiayai nya mahal mahal ! Anak DURHAKA !! Pergi Kamu !! PERGIII !!! Jangan ayah.. kasian syamsul, tolong ayah, kasih dia untuk memberikan penjelasan… Mahmud Penjelasan ?? Tidak BUTUH !!! Mau di taro mana Muka ayah ??? Ya di kepala masa di jidat ? AYolah ayah berikan dia kesempatan lagii… kesempatan untuk menjelaskan saja… Mahmud Tidak perlu ! PERGI KAMU ! PERGI !!! Syamsul bahri tidak sempat berkata apapun, hanya kesedihan yang di rasa, dan dia kembali pergi ke Jakarta… Dia menyamar sebagai Letnan Mas !! Di saat Syamsul Bahri masih di Jakarta, Datuk maringgih menjadi sangat benci kepada Siti Nurbaya dan dia memikirkan bagaimana cara membunuh Siti Nurbaya… Maringgih Apa yang harus aku lakukan agar bisa membunuh Siti Nurbaya itu… Istri Tua Racunin aja, ribet amat… Maringgih Racun ? Tpi bagaimana cara kita memberikannya ? Istri Tua Coba kita pikirkan sejenak… Istri Tua Ahaaaaaaaaaaaa !!!! Kita racunin saja dengan air minum… Maringgih Sepertinya kurang ampuh kalau kita suguhkan minuman, dia pasti berpikir yang aneh aneh… Istri Tua Benar juga ya… Maringgih Lebih baik kita racuni lemang dan di berikan ke siti nurbaya melalui si jidat itu… Istri Tua Benar juga itu, hahaha… mari kita lakukan secepatnya… Narator Dengan cepat Datuk Maringgih dan Istri Tua nya membeli lemang dan di berikan racun… Maringgih Budaaaaaaakk !! Cepat kesini kamu !! Pesuruh Ya tuk ?? Maringgih Tolong berikan ini kepada Siti Nurbaya, bilang ini pemberian dari sulaiman… Pesuruh Siap Tuk Laksanakan… Jalan lah sang pesuruh ke Tempat Siti Nurbaya beristirahat setelah seharian di suruh membersihkan rumah… Pesuruh Permisi sitii… ada kiriman lemang dari ayahmu… Siti Nurbaya Ohh.. iya terimakasih yahh… Pesuruh Sama sama pergi untuk mengintip apakah siti sudah memakan itu atau belum Siti Nurbaya Apakah ini benar benar dari ayah ? Huuufh… Pesuruh Lama amat sih nga di makan makan… Siti Nurbaya Baiklah aku makan, aku tidak boleh berburuk sangka… memakan lemang itu Pesuruh Akhirnya di makann… sekarang aku bisa pergi… Akhirnya… termakanlah lemang itu, dan tak lama kemudian sampailah ajal nya… Pesuruh Tuuukkkkk… Lemang itu sudah di makan oleh Siti Nurbaya… Maringgih Bagus… Hahahaha… Tinggal kita tunggu saja, kapan ada kabar bahwa Siti Nurbaya telah meninggal… Akhirnya pengumuman bahwa Siti Nurbaya telah meninggal di sebarkan, dan sampai lagi ke telinga Syamsul Bahri yang sekarang namanya menjadi Letnan Mas ! Semakin menjadi Amarah Syamsul Bahri terhadap Datuk Maringgih… Syamsul Akan kubunuh dia ! Akan kubunuh ! Itu Janji ku ! Nasib baik untuk Syamsul Bahri, Saat tragedy Balesting Saudagar-saudagar pribumi yang tidak mau membayar upeti/pajak dibawah pimpinan Datuk Mariggih, dikirimlah Letnan Mas oleh Kompeni ke Padang untuk menumpas para pembangkang balesting. Syamsul Akhirnya kita bertemu Gendut ! Maringgih Kurang ajar, aku akan memberi mu pelajaran ! Syamsul Jangan banyak bicara mari kita mulai saja !! Terjadilah peperangan satu lawan satu antara Letnan Mas dengan Datuk Maringgih. Akhir cerita Letnan Mas yang tak lain adalah Syamsul Bahri tewas di pedang diujung pedang, bersamaan dengan Datuk Maringgih juga roboh terkena tembakan Letnan Mas. Legenda cerita rakyat yang mengisahkan tentang jalinan kasih yang tak sampai antara sepasang insan yang berujung pada kawin paksa. Sang pria bernama Syamsul Bahri, selain berwajah tampan juga berasal dari keturunan orang terpandang. Bapaknya adalah seorang Penghulu yang terpandang, yakni Sutan Mahmud. Si gadis bernama Siti Nurbaya, berparas jelita, berambut panjang bak mayang terurai serta santun budinya anak dari Baginda Sulaiman. Jalinan cinta Siti dan Syamsul sangat direstui oleh kedua orang tuanya yang masih punya hubungan kekerabatan. Sutan Mahmud ayah Syamsul Bahri adalah Mamak Siti Nurbaya. Setelah menamatkan sekolah tingkat atas, Syamsul Bahri melanjutkan sekolah calon Dokter di pulau Jawa untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Di Taman – Sore Hari……………………… Siti Nurbaya Kemana ya uda syamsul, kita kan sudah membuat janji di sini.. sambil menengong kanan kiri Syamsul Adhinda ku Siti Nurbaya… Siti Nurbaya Akhirnya uda datang juga, ada apa uda ingin bertemu dengan ku ? Syamsul Kamu tau kan ? Setelah aku selesai sekolah di sini, aku akan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah ku ? Siti Nurbaya Tentu saja aku tau, aku sangat sedih mendengar itu uda, tapi demi kebaikan mu aku akan bertahan untuk menunggu kembali nya dirimu… Syamsul Aku hanya pergi tuk Sementara, bukan tuk meninggalkan mu selamanya. Aku pasti kan kembali pada dirimu, tapi kau jangan nakal, aku pasti kembali… Siti Nurbaya Alangkah senang hatiku, bila ku dekat denganmu, alangkah senang hatiku, sayangku hanya untukmu… Syamsul Dhinda, 1 minggu lagi aku akan mendapatkan Rapot ku, dan kemungkinan 1 minggu kedepannya aku akan berangkat ke Jakarta jika nilai ku memuaskan… Siti Nurbaya Santai aja uda, aku pasti nungguin kamu kok, 2 minggu lagi kan ? sip sip… Syamsul Terimakasih ya Dhinda atas pengertian mu… Siti Nurbaya Mengangguk 1 Minggu kemudian di rumah Siti Nurbaya, hanya kesedihan yang dia rasakan karena pujaan hati nya akan meninggalkan dirinya dalam jangka waktu yang cukup panjang… Siti Nurbaya Kenapa ya ? uda Syamsul harus kuliah di Jakarta ? Kenapa tidak di Padang saja ?? Narator Tanpa di sadari Siti Nurbaya, Uda Syamsul mengintip dari jendela… Syamsul Oohh maaf, maafkan diriku, yang telah membuat, hatimu terluka, hanya kau cintaku, ku tak pernah fakir, tuk pergi darimu, walau hanya, sekejap saja… Siti Nurbaya Uda… Coba kau pikirkan, coba kau renungkan, apa yang kau inginkan telah aku lakukan, coba kau katakana apa yang kau inginkan… Syamsul Aku ingin engkau slalu, hadir dan temani aku, di setiap langkah, yang meyakiniku, kau tercipta untukku, sepanjang hidupku… Siti Nurbaya Aduuh uda Syamsul, so sweeet… Syamsul Ah dhinda bisa saja, maaf ya uda ngintip gak bilang bilang sama dhinda… Siti Nurbaya Mana ada ngintip bilang bilang ? Syamsul Hehehe, yaudah Uda pulang dulu ya dhinda, see you.. Siti Nurbaya See you.. Akhirnya, minggu yang tidap di harapkan datang, minggu pembagian rapot… Di Taman Sore Hari… Siti Nurbaya Hari ini pembagian Rapot uda Syamsul, dan kita sudah berjanji di sini,Huuuffhh… aku deg deg`an banget nih… Syamsul Dhindaaa… duduk sebelah Siti Siti Nurbaya Uda, senang sekali wajah nya, coba coba liat Rapot nya.. melihat Rapot waaahhh bagus sekali… Syamsul Yo`i Laahhh.. Uda GettoCh !! Siti Nurbaya Berarti, uda jadi pergi ke Jakarta ?? Syamsul Jadi donk ahh.. udah gak sabar nih… Siti Nurbaya Hanya tersenyum Syamsul Dhinda, aku ingin bertanya, sebelum aku pergi, aku penasaran sekali, dari pada nanti aku jadi setan penasaran… Siti Nurbaya Waduh ? Apa tuh ? Syamsul Why… Do you love me ?? So Sweet… And Tenderly ?? Siti Nurbaya Takdir bang ! Syamsul Wew ??! Jawaban yang tidak di harapkan… Siti Nurbaya Hehehe… Syamsul Besok pagi aku akan pergi ke Jakarta… Siti Nurbaya Cepat sekali uda ? Syamsul Biar lebih cepat kembali nya juga, hehehe… Siti Nurbaya Besok pagi kita bertemu di Teluk Bayur ya uda, aku ingin mengantarmu… Syamsul Oke dhinda… Yuk uda antar pulang… Keesokan hari nya di Teluk Bayur… Siti Nurbaya Aahh masa aku duluan yang sampe, dasar pemalas… Syamsul Haloo dhinda… Siti Nurbaya Dasar pemalas, dia uang mau pergi aku yang nyampe duluan… Syamsul Santai… Siti Nurbaya Bagaimana uda ? Apakah sudah siap semua ? Syamsul Udah donk, tinggal menunggu keberangkatan saja dhinda… Siti Nurbaya Memang jam berapa berangkat nya ?? Syamsul Jam Siti Nurbaya Melihat Jam Sekarang kan jam 15menit lagi berarti ya uda ? Syamsul Iya dhindaqu sayang… Siti Nurbaya Uda, Bawa daku pergi, saat kau kembali, bawa daku pergi, bersamamu… Syamsul Siti, jangan menangis, hapus air mata, di wajah cantikmu, Siti kepergian ku takkan lama… Siti Nurbaya Iya uda sayang, Tak Ada Yang Akan Bisa, Meruntuhkan NiatkuTuk Bertemu Memeluk Dan Menyanding, Meski Surya MembenamkanTubuhku Di Lautan, Kutunggu Sampai Samudra . Syamsul Sungguh setia nya pujaan hati uda ini.. Siti Nurbaya Tersipu Malu Syamsul Yasudah, uda berangkat dulu ya Dhinda qu tercinta… Siti Nurbaya Iyah.. Hati hati ya Uda ku sayang… Cium Tangan dan Sama sama melambaikan tangan Tahun berlalu musim berganti.. Siti Nurbaya Surat doank ? gak ngelepas kangen, makin jadi iya, huuuh… Semua kata rindumu semakin membuatku Tak berdaya,Menahan rasa ingin jumpa Percayalah padaku akupun rindu kamu, Ku akan pulang… Melepas semua kerinduan Yang terpendam… Musibah datang mendera keluarga Siti Nurbaya, usaha dagang ayahnya mengalami kebangkrutan, hingga jatuh miskin dan Baginda Sulaiman akhirnya jatuh sakit. Beliau akhirnya meminjam uang kepada seorang rentenir yang berbadan kurus dan suka beristri banyak bernama Datuk Maringgih. Hutang Baginda Sulaiman akhirnya bertumpuk dan berbunga pada Datuk Maringgih. Sulaiman Uhuk uhuk uhukk… saayyang… bagaimana kita sekarang inii ?? Hutang kita sudah banyak sekali kepada datuk maringgih… Adooo sayaang,,si gendut laknat itu ? biarkan sajalah… nanti kalau kita mati kita tidak perlu bayar hutang lagi kan… bunuh diri yuk yuk… Sulaiman Bunuh diri tidak menyelesaikan masalah. Hmmm,dosa ya sayang ?? Sulaiman Ya iyalahh sayangg… Ooo… Sulaiman Uuhh,,udah tua masih aja nge`gemesin !! Meleet Sulaiman Sudah sudah… Kemana anak kita ? Lagi nyapu noh di depan… Sulaiman Ooo yasudah… Suatu hari Datuk Maringgih pergi kerumah Baginda Sulaiman yang sedang sakit untuk menagih piutangnya. Disanalah Datuk Maringgih terpesona melihat kecantikan Siti Nurbaya. Datuk Maringgih memaksa Baginda Sulaiman untuk menjadikan Siti Nurbaya sebagai istri mudanya kalau ayah Siti Nurbaya tak sanggup untuk membayar hutangnya. Maringgih Hey kau ! Kesini ! Aku ingin menagih hutang ku pada si sulaiman itu ! Cepat kamu dampingi saya kesana ! Pesuruh Oke Tuk… Narator Singkat cerita Maringgih Wala Dalaa…. Ayu tenan rekkk… Pesuruh Tuk !! Ente orang Padang apa Jawa ?? Maringgih Bawel lu !! Pesuruh Ingin Jitak Dari Belakang Maringgih Terpesona, Ku pada pandangan pertama, dan tak kuasa menahan rinduku ,Senyumanmu selalu menghiasi mimpiku, Ingin ku peluk dan ku kucup keningmu, Oh indahnya, Kini ku rasakan, Getaran cinta dalam dada, Ku ingin bersama, Untuk selamanya… Pesuruh Joget Joget Maringgih Heh !! Ngapain kamu joget joget ?? Pesuruh Terbawa suasana Tuk !! Maringgih Tak Tuk Tak Tuk ! Jidat mu !! Maringgih Akan ku nikahkan dia !! Jika tidak bisa !! Jangan panggil aku “ DATUk MARINGGIH “ !! Pesuruh Caranya ? Maringgih Easy coy !! Mari kita masuk ke dalam… berjalan beberapa langkah Maringgih Haiii cantikk… mwaaachh… Siti Nurbaya NAJIZ !! Brrrr… Maringgih Sombong sekalii… Siti Nurbaya Bodo !!! Cuih !! Maringgih Awas kao !! Masuk ke Dalam Rumah Maringgih Sulaimaaaaaaaan !! Cepat kesini kamu !! dengan raut muka marah Berisiiikkk tau gak lo !! Maringgih Berbicara kepada pesuruh Buset ngeri amat nih nenek nenek… Maringgih Mana Sulaiman ?? Sulaiman Apooo datuk ?? Maringgih Mana hutang mu ?? Aku ingin sekarang di bayar !! Tidak mau tahu bagaimanapun caranya !! Sulaiman Mana bisa aku bayar begitu banyak dengan cepat ? Maringgih Aku tidak mau tau !! Bunuh diri aja yuk sayang… Sulaiman Yuukk… Maringgih Lah lah lah ?? Aku berikan Tawaran !! Sulaiman Apa itu ? Maringgih Kawinkan anak mu dengan ku !! Maka semua hutang mu akan “ LUNAS “ !! Sulaiman Apakah anak ku mau dengan orang tua seperti mu ?? Lagi pula dia sudah punya kekasih yang bernama Syamsul Bahri Betoul itu.. mana mauu dia dengan orang sepertimu genduutt… Maringgih Kuurrraaannggg ajjjiiiiiaaarrrrrr !!!!!!!!!!!! Pokok nya besok mau tidak mau anak mu harus menikah dengan ku !! TITIKKK !!!!!!!! Ayo Kita pergi !!!! Terjadilah perdebatan anatara Baginda Sulaiman, Nyonya Sulaiman dan Siti Nurbaya… Sulaiman Sayang, panggil Siti kesini dong… Sitiiiiiiiiiii !!!!!!!!!!!!! Sulaiman Berisiiikk gak bisa pelan pelan apa ?! Bawel dehh.. Siti Nurbaya Ya Ayah ? Ibu ? Sulaiman Kami ingin meminta tolong kepadamu, demi kelangsungan hidup kami… Siti Nurbaya Selama siti bisa, pasti siti lakuin… Sulaiman Kamu menikah dengan Datuk Maringgih… Siti Nurbaya APAAAAAAAAAAAA ………… ???????? Wajah kaget Lebay tau gk… Siti Nurbaya Tapi ayah, aku sudah mempunyai calon, yaitu Syamsul Bahri, orang yang paling aku cinta… Sulaiman Tapi ini demi kami semua, kami juga tidak mau kamu menikah dengan datuk maringgih, tapi apa yang bisa ayah perbuat? Siti, ini permohonan terakhir ayah dan ibu… Siti Nurbaya Huuuffh… baiklah aku mau… Dengan hati yang sangat tersiksa, akhirnya Siti Nurbaya pun menerima nya, dan terjadilah hari lamaran itu… Maringgih Akhirnya… biarkan hutang itu lunas, asalkan aku bisa memiliki Siti Nurbaya, Hahahahaha…. Maringgih Jangan jangan kau menolak cintaku, Jangan jangan kau ragukan hatiku ,Ku kan slalu setia menunggu, untuk menjadi suami mu… Namun kabar tersebut sampai ke telinga Syamsul Bahri, hatinya sangat sedih dan mencoba bunuh diri. Di Kostan Syamsul Bahri Syamsul Hancur hatiku mengenang dikau, menjadi keping-keping setelah kau pergi ,tinggalkan kasih sayang yang pernah singgah antara kita, masihkah ada sayang itu… Suatu hari Syamsul Bahri pulang ke Padang dan bertemu degan Siti Nurbaya Syamsul Dimanakah Siti Nurbaya sekarang ? Aku ingin sekali bertemu dengannya, aku ingin penjelasan se jelas jelas nya dari dia… Berjalan 2 – 3 langkah Siti Nurbaya Sedang berdiri tidak jelas Syamsul Sepertinya aku kenal dengan perempuan cantik itu… berjalan 1 langkah Nurbaya ! Itu Siti Nurbaya ! Menyapa Siti Nurbaya Siti kamu Siti kan ?? Siti Nurbaya ?? Siti Nurbaya ???? Iya aku Siti Nurbaya… Ada apa ? Syamsul Aduh sombong nya kamu… kamu tidak ingat aku ?? Siti Nurbaya Hahhh ?? Wajah Bingung Syamsul Semua kata rindu mu semakin membuat ku tak berdaya… Siti Nurbaya Itu kan surat 1 tahun lalu yang aku kirimkan kepada Uda Syamsul, Berarti kamu ? Syamsul Yo`I lahh… Siti Nurbaya Uda ?? Waaaa…. Senang sekali aku bertemu dengan mu kembalii… Syamsul Aku juga Sitii… Hahahahaha… Siti Nurbaya Tapii… Syamsul Aku tahu kok, kamu menikah dengan rentenir gendut itu, bagaimana bisa kamu menikah dengan rentenir gendut itu ? Siti Nurbaya Ayah ku bangkrut dan akhirnya berhutang kepada datuk maringgih, dan akhirnya berbunga dan berbunga, karena tidak bisa bayar, aku di paksa menikah oleh datuk maringgih… Syamsul Sungguh laknat orang gendut itu ! Siti Nurbaya Maafkan aku uda, aku tidak bisa berbuat apa apa… Syamsul Tenang Siti, aku akan membalas si gendut itu ! Aku janji !! Siti Nurbaya Tapi… Bagaimana caranya ?? Syamsul Easy… Siti Nurbaya Yasudah aku harus segera kembali pulang, agar dia tidak marah marah dengan ku lagi… Syamsul Hati hati siti… Tanpa di sadari… datuk maringgih yang mendengar pembicaraan itu, langsung naik Pitam ! Datuk maringgih berniat mengusir syamsul bahri dari Padang ! Dia menyebar fitnah melalui istri tua nya… Maringgih Kurrang ajar !! Istri Tua Aduuuuuuhhh !! Ada apa sih berisik banget… gk tau apa mama lagi Medi Pedi ?? Maringgih Mah, kurrang ajar si Siti itu, dia berani berani nya bertemu dengan si Syamsul lagi, dan si syamsul berencana untuk membalas ku !! Istri Tua Ahh itu mah urusan mudah papii… lihat aksi istri mu ini… Tersebarlah gosiip kalau Syamsul telah memperkosa Istri Tua datuk maringgih…. Sehingga Syamsul di usir oleh kedua Orang Tua nya…. Syamsul Ayaahh ibuu.. ini pesanan makanan pesanan kalian… Mahmud JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN AYAH !!! KAU BUKAN ANAK KU !!! Ayah sabar ayah… Mahmud Aku tidak punya anak yang seperti ini ! Anak tidak bermoral tidak berpendidikan ! Percuma aku membiayai nya mahal mahal ! Anak DURHAKA !! Pergi Kamu !! PERGIII !!! Jangan ayah.. kasian syamsul, tolong ayah, kasih dia untuk memberikan penjelasan… Mahmud Penjelasan ?? Tidak BUTUH !!! Mau di taro mana Muka ayah ??? Ya di kepala masa di jidat ? AYolah ayah berikan dia kesempatan lagii… kesempatan untuk menjelaskan saja… Mahmud Tidak perlu ! PERGI KAMU ! PERGI !!! Syamsul bahri tidak sempat berkata apapun, hanya kesedihan yang di rasa, dan dia kembali pergi ke Jakarta… Dia menyamar sebagai Letnan Mas !! Di saat Syamsul Bahri masih di Jakarta, Datuk maringgih menjadi sangat benci kepada Siti Nurbaya dan dia memikirkan bagaimana cara membunuh Siti Nurbaya… Maringgih Apa yang harus aku lakukan agar bisa membunuh Siti Nurbaya itu… Istri Tua Racunin aja, ribet amat… Maringgih Racun ? Tpi bagaimana cara kita memberikannya ? Istri Tua Coba kita pikirkan sejenak… Istri Tua Ahaaaaaaaaaaaa !!!! Kita racunin saja dengan air minum… Maringgih Sepertinya kurang ampuh kalau kita suguhkan minuman, dia pasti berpikir yang aneh aneh… Istri Tua Benar juga ya… Maringgih Lebih baik kita racuni lemang dan di berikan ke siti nurbaya melalui si jidat itu… Istri Tua Benar juga itu, hahaha… mari kita lakukan secepatnya… Narator Dengan cepat Datuk Maringgih dan Istri Tua nya membeli lemang dan di berikan racun… Maringgih Budaaaaaaakk !! Cepat kesini kamu !! Pesuruh Ya tuk ?? Maringgih Tolong berikan ini kepada Siti Nurbaya, bilang ini pemberian dari sulaiman… Pesuruh Siap Tuk Laksanakan… Jalan lah sang pesuruh ke Tempat Siti Nurbaya beristirahat setelah seharian di suruh membersihkan rumah… Pesuruh Permisi sitii… ada kiriman lemang dari ayahmu… Siti Nurbaya Ohh.. iya terimakasih yahh… Pesuruh Sama sama pergi untuk mengintip apakah siti sudah memakan itu atau belum Siti Nurbaya Apakah ini benar benar dari ayah ? Huuufh… Pesuruh Lama amat sih nga di makan makan… Siti Nurbaya Baiklah aku makan, aku tidak boleh berburuk sangka… memakan lemang itu Pesuruh Akhirnya di makann… sekarang aku bisa pergi… Akhirnya… termakanlah lemang itu, dan tak lama kemudian sampailah ajal nya… Pesuruh Tuuukkkkk… Lemang itu sudah di makan oleh Siti Nurbaya… Maringgih Bagus… Hahahaha… Tinggal kita tunggu saja, kapan ada kabar bahwa Siti Nurbaya telah meninggal… Akhirnya pengumuman bahwa Siti Nurbaya telah meninggal di sebarkan, dan sampai lagi ke telinga Syamsul Bahri yang sekarang namanya menjadi Letnan Mas ! Semakin menjadi Amarah Syamsul Bahri terhadap Datuk Maringgih… Syamsul Akan kubunuh dia ! Akan kubunuh ! Itu Janji ku ! Nasib baik untuk Syamsul Bahri, Saat tragedy Balesting Saudagar-saudagar pribumi yang tidak mau membayar upeti/pajak dibawah pimpinan Datuk Mariggih, dikirimlah Letnan Mas oleh Kompeni ke Padang untuk menumpas para pembangkang balesting. Syamsul Akhirnya kita bertemu Gendut ! Maringgih Kurang ajar, aku akan memberi mu pelajaran ! Syamsul Jangan banyak bicara mari kita mulai saja !! Terjadilah peperangan satu lawan satu antara Letnan Mas dengan Datuk Maringgih. Akhir cerita Letnan Mas yang tak lain adalah Syamsul Bahri tewas di pedang diujung pedang, bersamaan dengan Datuk Maringgih juga roboh terkena tembakan Letnan Mas. sumber - Menyajikan kisah klasik di zaman modern seperti saat ini bukan perkara gampang. Setidaknya, itulah yang dirasakan oleh tim produksi drama musikal Nurbaya. Ya, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan drama serial berjudul Nurbaya, sebuah karya musikal yang menyajikan ulang novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli. Chriskevin Adefrid, penulis naskah drama musikal Nurbaya, menceritakan bagaimana proses adaptasi tersebut diambil dari karya Sastra Indonesia yang tak lekang dimakan zaman. “Sebenarnya karya Marah Rusli dari Siti Nurbaya ini, jauh lebih besar dari gadis malang. Jadi tantangannya dari segi zaman beda ya, konteks sosialnya juga beda, akhirnya tim kreator diskusi untuk adaptasi yang relatable dengan audiens,” ungkapnya Konferensi Pers Drama Nurbaya Indonesia Kaya, Selasa 28/6/2021. Baca Juga Peringati Hari Lingkungan Hidup, Menteri KLHK Ajak Perangi Sampah Plastik Proses penulisan drama Nurbaya, kata Chriskevin, melewati beberapa fase. Yang pertama novel yang diambil dari unsur premis, karakter, dan dramanya. Lalu adaptasi cerita dengan lebih modern. Selain itu, proses penulisan skrip ini dibantu oleh tim penulis, sehingga pembuatan drama musikal ini merupakan hasil kolaborasi. “Sebenarnya lebih bagaimana membuat satu karya tanpa membuang elemen yang asli, dan kedua kolaborasi. Itu selalu menjadi bagian sampai karya ini terwujud,” jelas Chriskevin. Chriskevin yakin jika hasil karya adaptasi ini seperti melihat Siti Nurbaya lewat karya sastra lama. Dengan mengubah konteks dan ruang yang berbeda. “Ada hal baru dan juga hal yang lama, jadi aku nggak mau spoiler tentang serial Nurbaya. Dan nantikan saja saat nonton, nanti bakalan kelihatan feel nya,” pungkasnya. Baca Juga Gandeng Ary Kirana, Pertunjukan "Kuntilanak Mangga Dua" Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih Sukses Hibur Penikmat Seni Legenda cerita rakyat yang mengisahkan tentang jalinan kasih yang tak sampai antara sepasang insan yang berujung pada kawin paksa. Sang pria bernama Syamsul Bahri, selain berwajah tampan juga berasal dari keturunan orang terpandang. Bapaknya adalah seorang Penghulu yang terpandang, yakni Sutan Mahmud. Si gadis bernama Siti Nurbaya, berparas jelita, berambut panjang dan ditutupi jilbab sehingga menambah keanggunannya serta santun budinya anak dari Siti Sulaiman. Jalinan cinta Siti dan Syamsul sangat direstui oleh kedua orang tuanya yang masih punya hubungan kekerabatan. Sutan Mahmud, ayah Syamsul Bahri adalah Mamak Siti Nurbaya. Suatu hari, di sore yang tenang dan menyejukkan, dua sejoli ini sedang menikmati indahnya hari berdua. Mereka berjalan bersama di taman di tengah desa. Syamsul Siti, aku punya sesuatu untukmu. Siti Nurbaya apa itu uda ? aku jadi penasaran. Syamsul menyodorkan bunga Siti Nurbaya uda romantis sekali . Syamsul Bahri aku sangat mencintaimu, Siti Siti Nurbaya aku juga sangat mencintaimu, uda. Syamsul bahri Oh ya. Dinda, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Siti nurbaya Apa itu uda ? Sepertinya serius sekali. Syamsul bahri Lusa, setelah hari kelulusan, aku akan pergi ke Tanah Jawa untuk meraih cita-citaku menjadi seorang dokter. Maaf aku baru memberi tahumu sekarang. Siti nurbaya terkejut haruskah engkau ke Jawa ? Tidak adakah sekolah di tanah minang ini yang menarik perhatianmu ? Syamsul bahri maafkan aku Siti. Tapi, ini juga demi kita... Siti nurbaya demi kita? Mungkin hanya demi engkau semata. Syamsul bahri siti, dengarkan aku. Aku berjanji akan segera menikahimu setelah sekolahku selesai. Aku berjanji Siti nurbaya terdiam sejenak baiklah uda. Uda boleh pergi. Tetapi dengan 1 syarat. Syamsul bahri apa syaratnya adinda ? Siti nurbaya kamu harus selalu mengirimkanku surat. Agar aku tau bagaimana keadaanmu disana Syamsul bahri baiklah aku berjanji. Dua hari kemudian, tibalah saat Syamsul Bahri merantau ke Jakarta. Siti Nurbaya pun ikut mengantarkan kepergiannya. Siti nurbaya apakah semuanya sudah siap? Syamsul bahri ada satu yang kurang. Dan aku tak bisa pergi tanpa itu. Siti nurbaya apa itu? Syamsul bahri izinmu dengan hati yang ikhlas. Aku tak ingin pergi sementara kau masih berat melepasku. Siti nurbaya bukankah kemarin sudah ku izinkan ? Syamsul bahri aku ingin mendengarnya sekali lagi Siti nurbaya aku mengizinkanmu uda. Jaga dirimu baik-baik disana. Jangan mudah tergoda sama wanita di jakarta sana. Karena, katanya wanita disana bajunya banyak yang terbuka, nanti uda malah genit-genit sama mereka trus aku ditinggalin. Syamsul bahri tertawa kecil, tidak mungkin dinda, nanti aku akan memajang fotomu yang sangat besar di dinding kamarku. Siti nurbaya sungguh? Awas ya kalau uda berbohong. Syamsul bahri iya aku berjanji. Sudah jangan cemberut lagi. Aku tak suka Melihatmu cemberut. Siti terlihat lebih manis kalau tersenyum. Siti nurbaya tersenyum malu Syamsul bahri nah gitu dong. Kapal yang akan dinaiki syamsul bahri akhirnya tiba di teluk bayur. Syamsul bahri kapal aku sudah tiba. Hey, jangan kembali bersedih. Siti nurbaya aku takut uda tidak kembali. Syamsul bahri pernahkah aku mengingkari janjiku ? Ayo berikan lagi senyuman terakhir. Nah bagus. Siti nurbaya uda selalu pandai dalam menggoda. Syamsul bahri aku pergi dahulu. Jaga dirimu. Aku akan pulang. Siti nurbaya hati-hati. Setelah kepergian syamsul bahri, siti nurbaya melalui hari-harinya dengan membantu ibunya berniaga. Usaha ibunya makin hari makin sukses. Kesuksesan ibunya ini membuat seorang saudagar kaya raya tetapi kikir bernama Datuk Maringgih menjadi iri. Dia pun membuat suatu rencana untuk menghancurkan bisnis ibu Siti Nurbaya. Datuk maringgih aku sesungguhnya tidak senang melihat perniagaan Siti Sulaiman, makin hari makin bertambah maju sehingga ia berani bersaing dengan aku. Oleh sebab itu,aku ingin menghancurkan bisnisnya. Pengawal kalau begitu, apa rencana Tuan ? Datuk maringgih pergilah kau ke tokonya esok dini hari. Bakar hangus toko itu, dan jangan kau biarkan apapun tersisa. Aku ingin ia jatuh miskin. Ia harus takluk padaku. tertawa jahat Pengawal baiklah, Tuan. Akan segera saya laksanakan. seraya pergi dari Hadapan Datuk Maringgih Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, di saat semua orang masih tertidur pulas, Pengawal itu pun membakar toko milik Siti Sulaiman. Seluruh kekayaan Siti Sulaiman turut lenyap bersamaan dengan lenyapnya toko miliknya itu. Ia pun jatuh miskin. Lalu, Siti Sulaiman yang sama sekali tak berprasangka mengenai siapa yang telah tega membakar tokonya-berniat meminjam dana kepada Datuk Maringgi untuk membangun bisnis kembali. Jadi, Datuk Maringgih sangat puas Siti Sulaiman telah jatuh ke dalam lubang yang ia buat. Tiga bulan kemudian, Datuk Maringgi datang ke rumah Siti Sulaiman untuk menagih hutangnya yang telah jatuh tempo. Siti sulaiman yang jatuh miskin, bisnisnya kini hancur ditambah hutang yang tak terlunasi. Bunga yang diajukan Datuk Maringgih sangat tinggi dan beliau tak sanggup. Datuk Maringgi wahai sulaiman, lunasi utangmu sekarang juga ! Baginda sulaiman Datuk, silakan duduk.. Datuk maringgi tidak usah bersikap manis, mana hutangmu? Ayo bayar. Siti Sulaiman tapi datuk... aku belum mempunyai uang saat ini. Datuk maringgi aku tidak perduli, yang aku tau hari ini aku ingin uangku. Baginda Sulaiman hanya ini yang aku punya, datuk sambil menyerahkan uang Datuk Maringgih Apa-apaan ini ? Bahkan jumlahnya tak bisa melunasi bunganya Pengawal, sita rumah ini. Baginda Sulaiman Kumohon jangan, hanya itu yang kami punya. Itu kenangan yang tersisa dari suami saya. Siti Nurbaya ibu, ada apa ini ? Datuk Maringgi wahhh... siapakah namamu wahai gadis manis ? Siti Nurbaya namaku Siti Nurbaya Datuk Maringgi ; nama yang cantik.. secantik orangnya. Hmm, kau tak bilang ya Kalau kau punya anak secantik dia. Hutangmu akan kuanggap lunas asalkan.... Baginda sulaiman asal apa datuk..... Datuk asal anakmu, Siti Nurbaya, menjadi istriku... Baginda Sulaiman Jangan harap, kau lelaki hidung belang ! Aku takkan menjual anakku. Datuk Maringgih menampar pipi Sulaiman Beraninya kau bicara begitu padaku Baginda Sulaiman terjatuh Siti Nurbaya Oh , Ayah ! Teganya kau ! Datuk Maringgih Jangan marah-marah, manismembelai kepala Siti Nurbaya Baginda Sulaiman Jangan kau sentuh putriku ! memukul tangan Maringgih Datuk Maringgih Hahaha, jadi kau lebih suka bila rumah ini disita? Siti Nurbaya harus menikah denganku. Siti Nurbaya Kejamnya kau! Baginda Sulaiman Aku tidak sudi anakku menikah denganmu Datuk Maringgi pilihan ada di tanganmu, rumah ini disita atau Siti Nurbaya menjadi istriku. Siti Sulaiman kau benar-benar manusia tidak punya hati. Siti Nurbaya Tapi kita tak punya pilihan lain, Ibu. Aku tak mau rumah ini disita, banyak kenangan tentang ayah disini. menoleh pada Maringgih. Baiklah, aku setuju menikah denganmu . Dengan terpaksa Siti Nurbaya mengabulkan keinginan Datuk Maringgih untuk mempersuntingnya. Bahkan Baginda Sulaiman jatuh sakit, karena keputusan yang berat itu. Padahal, Siti Nurbaya sangat mencintai Syamsul Bahri… Akhirnya Siti mengirim surat kepada Syamsul untuk memberitahukan keputusannya itu. Tibalah saat liburan sekolah, Syamsul akhirnya bisa berkunjung ke Padang dan menemui Siti. Syamsul apakah benar Siti telah dipersunting orang lain ? Siti terdiam sejenak. Aku menyayangimu. Sungguh aku tidak bermaksud melakukan ini semua. Aku terpaksa, kalau tidak rumah satu-satunya yang aku miliki akan disita. Syamsul dasar manusia biadab! Aku berjanji Siti, kita akan menemukan Jalan keluarnya. Siti terima kasih, uda. Bagaimana sekolahmu di Jakarta ? Syamsul aku merindukanmu. Sungguh. Disana sangat membosankan tanpa siti. Siti sungguh? Aku pun begitu. Mereka tampak sangat bahagia bersama. Melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Namun kebahagiaan mereka tak berselang lama, Datuk Maringgih memergoki mereka berdua. Ia sangat murka melihat mereka berdua sangat akrab. Datuk Siti! Sini kau kemari. Kurang ajar kau! Tidak tahu diuntung. Kamu itu istriku. Tidak sepantasnya kamu berduaan dengan lelaki lain. mendorong siti nurbaya Syamsul jangan sakiti dia! memukul Datuk Maringgi Datuk teganya kau berkelahi Siti uda berhenti uda. Tolong....... Siti nurbaya terus berteriak meminta pertolongan, tapi suasana desa sangat sepi sore itu dan tak ada yang datang. Lalu, Siti Sulaiman yang sedang sakit menghampirinya. Tetapi malang, Siti Sulaiman terjatuh karena tak kuat berlari menghampiri anaknya. Ajal akhirnya menjemput nyawa Siti Sulaiman. Siti Nurbaya ibuuuuuuuuu, maafkan siti ibu. Jangan pergi Ibu. Siti tidak punya siapa-siapa lagi disini. Jatuh lalu tertimpa tangga. Bertubi-tubi penderitaan yang dirasakan Siti Nurbaya. Setelah ditinggal ibunya pergi untuk selama-lamanya, ia juga diusir oleh suaminya, Datuk Maringgi. Datuk pergi kau dari sini. Tidak tahu terima kasih! Siti nurbaya datuk, maafkan aku datuk. Sungguh aku tidak berbuat apa-apa dengan syamsul bahri Datuk aku tidak perduli. Mulai saat ini, kita bukan suami istri lagi Siti nurbaya datuk menceraikanku ? Datuk iya. Pergi sana. Dengan perasaan yang sangat hancur, ia pergi dari rumah. Semua orang di desanya menuding ia bersalah karena melanggar adat. Ia pun akhirnya berusaha mencari tempat untuk berlindung, yakni di rumah bibinya, Aminah. Sementara Syamsul Bahri diusir pula oleh Ayahnya karena telah membuat ayahnya murka, dia kembali ke jakarta. Di rumah bibinya, Siti Nurbaya kemudian memohon kepada bibinya untuk mengizinkan ia pergi ke jakarta menyusul Syamsul Bahri. Siti izinkan aku pergi bibi. Aku benar-benar ingin menemuinya. Aminah kau yakin, nak ? kau masih muda. Aku mengkhawatirkanmu Siti bibi tidak perlu khawatir. Aku bisa menjaga diriku dengan baik. Aku berjanji. Aminah baiklah. Tapi beri tahu aku jika kau telah sampai. Siti baik bibi. Aku berjanji. Terima kasih bi. Sementara itu, Datuk Maringgih yang menyesal telah melepaskan Siti Nurbaya segera menyusun rencana untuk mendapatkannya kembali. Tetapi setelah mengetahui siti nurbaya pergi ke Jakarta untuk menyusul Syamsul Bahri. Ia mengubah rencananya untuk membunuh Siti Nurbaya dengan lemang beracun. Ia pun menyuruh pengawalnya untuk mengantar lemang itu ke Siti Nurbaya. Pengawal lalu mengantar lemang tersebut ke Siti Nurbaya sesaat sebelum Siti Nurbaya pergi ke Tanah Jawa. Ia mengatakan bahwa lemang tersebut adalah kiriman bibinya. Tanpa pikir panjang, Siti Nurbaya memakan lemang tersebut. Siti Nurbaya kemudian perlahan meninggal karena lemang beracun yang ia makan. Kabar meninggalnya Siti Nurbaya akhirnya tiba di telinga Syamsul Bahri. Mendengar kabar itu, ia sangat putus asa dan ingin bunuh diri. Namun syamsul bangkit, ia melanjutkan hidupnya dan bergabung dalam ketentaraan dan menjadi seorang Letnan. Pada suatu hari, ia ditugaskan ke Padang karena terjadi pemberontakan besar-besaran yang dipimpin oleh Datuk Maringgi. Syamsul yang masih menyimpan dendam kepada Datuk Maringgih akhirnya mendapatkan kesempatan untuk membalaskan dendamnya. Amarahnya tak tertahan mengingat orang-orang terkasihnya yang telah meninggal akibat perbuatan keji datuk maringgih. Syamsul hai kau maringgih. Lama tak jumpa. Bagaimana kabar Siti di alam baka ? sudah puas kau, merebutnya dariku, selamanya! Datuk Oh syamsul, lihat kau sekarang, seragam dan pistol. Ayolah tunjukkan kemampuanmu, kita lihat siapa yang paling kuat bertahan syamsul tutup mulutmu, Maringgih! Aku bisa menarik pelatuknya sekarang juga Perkelahian berlangsung sengit antara Datuk Maringgi dan Syamsul Bhari. Syamsul Bahri terkena hunusan pedang Datuk Maringgih. Namun ia masih dapat meraih pelatuk pistolnya dan berhasil mengenai tepat di dada Datuk Maringgih. Datuk Maringgih pun meninggal dunia. Tak lama Syamsul juga menghembuskan nafas terakhirnya. Inilah cerita akhir dari Legenda Kasih Tak Sampai. Syamsul bahri pun dikuburkan di Gunung Padang, dekat kuburan kekasihnya yang tak sampai. Siti Nurbaya. Uploaded byrica nov 0% found this document useful 1 vote1K views12 pagesDescriptionnaskahCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 1 vote1K views12 pagesNaskah Drama Siti NurbayaUploaded byrica nov DescriptionnaskahFull descriptionJump to Page You are on page 1of 12Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 6 to 11 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

naskah drama siti nurbaya